Ilmu Kimia Organik

wisesahanif@gmail.com Kimia organik berfungsi sebagai ”perpustakaan mini” yang merepresentasikan sebuah ilmu tentang kehidupan nyata mengenai molekul-molekul dengan fungsi spesifik dan sifat yang khusus. Penggabungan atom-atom yang kita kenal selama ini pada tabel periodik yang dihubungkan oleh atom karbon yang saling memposisikan diri sebagai ”core” dalam struktur tersebut. Hal ini memberikan makna bahwa dalam kimia organik, semuanya berkaitan dan mempengaruhi satu sama lain. Baik rantai utama maupun rantai samping serta gugus fungsi spesifik sama-sama memberikan perannya masing-masing dalam menentukan sifat khusus dan umum, seperti titik didih, titik leleh, kelarutan, dan reaktivitas terhadap senyawa lain.

Dalam bidang ilmu ini, senyawa-senyawa organik yang ada di jagad raya dibagi menjadi kelompok-kelompok sesuai dengan kemiripan sifat kimia dan fisikanya, berdasarkan suatu ”term” yang dinamakan gugus fungsi. Identifikasi setiap kelompok senyawa organik dipelajari dalam suatu ranah khusus yaitu penentuan struktur molekul. Dengan semakin canggihnya ilmu instrumentasi dan karakterisasi, penentuan struktur senyawa organik menjadi semakin mudah dan sederhana. Efek yang muncul adalah ditemukannya senyawa-senyawa ”baru” yang selanjutnya dilakukan studi penentuan aktivitas yang diharapkan senyawa tersebut mempunyai kegunaan langsung dalam perjalanan kehidupan manusia di muka bumi.

Kimia organik tidak lepas dari peran serta organisme alam yang dapat memproduksi suatu senyawa metabolit sekunder, yang biasanya memiliki struktur yang kompleks. Struktur ini memberikan khasanah yang tidak habis-habisnya untuk dipelajari, dimana akan mencakup beberapa topik untuk diperdalam, seperti stereokimia, kimia bahan alam, kimia polimer, kimia heterosiklik dan sifat-sifat biologi yang menyertainya.

Dalam kaitannya dengan dunia industri, kimia organik berperan secara vital dalam perkembangan research and development industri obat-obatan, polimer, kosmetik, bahan kimia fungsional, produksi minyak atsiri, parfum, dan aroma makanan. Semua jenis industri di atas menerapkan konsep kimia organik yang mendasar dan tak dapat dihilangkan sepanjang masa.

Objektif Spesifik Pengetahuan Organik:
Pengajaran dan materi ajaran pengetahuan kimia organik dirancang sesuai dengan perkembangan dan penelitian serta aplikasi terkini. Ruang lingkup objektif spesifik pengetahuan organik meliputi tema pokok:

  1. Struktur, Ikatan, Asam, dan Basa
  2. Senyawa Organik dan Gugus Fungsi
  3. Reaksi dan Mekanisme Reaksi Kimia Organik
  4. Stereokimia
  5. Penentuan Struktur Molekul
  6. Kimia Polimer
  7. Kimia Bahan Alam

Penelitian :

Kegiatan penelitian KBI Organik sekarang ini difokuskan pada

  1. Kimia Polimer
  2. Kimia Bahan Alam
  3. Sintesis Kimia Organik

Semua mata kuliah dan penelitian di KBI Organik tersebut dirancang  untuk menyesuaikan dan mendukung perkembangan penelitian dan penggunaan material anorganik terkini. Kesinambungan pengetahuan Organik  tersebut dapat mengikuti perkembangan penelitian sains kimia, yang sebagian besar dapat diintegrasikan dan diaplikasikan di bidang kimia dan bidang material lainnya. Pengetahuan Organik yang diberikan diharapkan menjadi pengetahuan yang kompetitif untuk menghadapi  perkembangan dan tantangan berkarir di bidang kimia dan bidang non-kimia.

Kelompok Dosen di Bidang Ilmu Kimia Organik

  1. Dr. Emil Budianto
  2. Dyah Utami Cahyaning Rahayu, M.Si.
  3. Dr. Antonius Herry Cahyana
  4. Lina Mardiana, M.Si.
  5. Noverra Mardhatillah Nizardo, M.Sc.
  6. Prof. Dr. Wahyudi Priyono Suwarso
  7. Bayu Ardiansah, S.Si, M.Si