FMIPA UI Unjuk Inovasi di Forum Energi Terkemuka

Program Studi Geologi dan Geofisika (Geosains), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia (UI) kembali ambil bagian dalam ajang prestisius Indonesian Petroleum Association (IPA) Convention & Exhibition 2025 yang berlangsung pada 20–22 Mei 2025 di ICE BSD City, Tangerang. Acara ini secara resmi dibuka oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Keikutsertaan FMIPA UI dalam IPA Convex 2025 menandai partisipasi ketiga kalinya, sebagai bagian dari komitmen kampus dalam menjembatani dunia akademik dan industri energi. IPA Convex 2025 menjadi forum strategis yang mempertemukan lebih dari 200 peserta pameran, termasuk perusahaan energi nasional maupun global, serta institusi pemerintahan dan akademisi, untuk berbagi inovasi, ide, dan membangun kolaborasi menuju masa depan sektor energi yang berkelanjutan.

Salah satu sorotan utama dari kehadiran FMIPA UI adalah inovasi mahasiswa yang dinamai SeismoSense, sebuah alat portabel yang dikembangkan untuk memantau pergerakan bangunan saat terjadi gempa bumi. Dirancang sebagai bagian dari sistem peringatan dini (sistem peringatan dini), SeismoSense mampu melakukan analisis getaran struktur bangunan secara waktu nyata, sehingga sangat potensial dalam mendukung mitigasi risiko bencana dan penguatan ketahanan infrastruktur nasiona

“Inovasi ini bukan hanya riset akademik, tapi punya potensi implementasi di dunia nyata,” ujar Iskandarsyah, S.Si., M.Si. dosen Program Studi Geofisika yang turut mendampingi tim mahasiswa di lokasi pameran.

Selain menampilkan SeismoSense, tim FMIPA UI juga memamerkan koleksi batuan mini dari berbagai jenis, mulai dari batuan sedimen, beku, hingga metamorf, sebagai sarana edukasi geosains kepada para pengunjung. Koleksi ini menjadi pengingat akan kekayaan geologi Nusantara sekaligus bentuk nyata kontribusi FMIPA UI dalam meningkatkan literasi kebumian di kalangan masyarakat.

Mahasiswa Geosains FMIPA UI turut hadir pada sesi diskusi panel bertajuk “Bagaimana Pikiran Muda Dapat Membentuk Masa Depan Sektor Energi”, yang menghadirkan pembicara utama Awang Lazuardi, Direktur Pengembangan dan Produksi PT. Pertamina Hulu Energi. Dalam diskusinya, Awang menekankan pentingnya transformasi industri energi menuju praktik yang ramah lingkungan, berkelanjutan, dan berbasis inovasi. Ia juga mendorong generasi muda untuk membekali diri dengan pengetahuan multidisiplin dan keterampilan yang dinamis dalam menghadapi perubahan.

Dekan FMIPA UI, Prof. Dede Djuhana, Ph.D., menyampaikan bahwa kehadiran FMIPA UI dalam IPA Convex 2025 merupakan bentuk nyata komitmen FMIPA UI sebagai fakultas sains unggulan dalam menyiapkan lulusan yang siap menjadi agen perubahan di bidang energi dan kebencanaan.

“Kami tidak ingin mahasiswa hanya menjadi penonton perubahan. Mereka harus berada di garis depan, membawa solusi yang berdampak,” ujar Prof. Dede.

Lebih lanjut, Prof. Dede mengungkapkan rencana FMIPA UI untuk memperluas kolaborasi dengan pelaku industri energi melalui program inkubasi inovasi, magang terapan, hingga forum riset bersama. Fokus utama kolaborasi ini meliputi isu-isu strategis seperti transisi energi, perubahan iklim, dan penanggulangan bencana.

Bagikan ini:

Facebook
LinkedIn
X
Pinterest
WhatsApp
Telegram