Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) menghadirkan wawasan global di bidang geologi dan geofisika melalui UI Geoscience Seminar STARBORN MENGAJAR X SEG UI SC 2026 bertema “Geoscientist without Borders”. Kegiatan ini digelar pada Senin, 2 Februari 2026, di Aula Prof. Dr. Ir. Soemantri Brodjonegoro, FMIPA UI, Depok.
Seminar ini diselenggarakan oleh Society of Exploration Geophysicists Universitas Indonesia Student Chapter (SEG UI SC), organisasi kemahasiswaan bertaraf internasional yang berfokus pada pengembangan kompetensi, jejaring, dan wawasan global mahasiswa di bidang geofisika melalui berbagai kegiatan akademik, seminar, pelatihan, serta pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 80 mahasiswa dari Program Studi Geologi dan Program Studi Geofisika FMIPA UI. Acara dibuka oleh Master of Ceremony dan dilanjutkan dengan sambutan dari Dekan FMIPA UI, Prof. Dr. Tito Latif Indra, S.Si., M.Si.

Dalam sambutannya, Prof. Tito menegaskan bahwa seminar internasional menjadi bagian dari upaya FMIPA UI dalam mendorong internasionalisasi pendidikan dan riset serta memperkuat perspektif global mahasiswa.
“Melalui kegiatan UI Geoscience Seminar ini, FMIPA UI terus mendorong internasionalisasi pendidikan dan riset dengan menghadirkan perspektif global kepada mahasiswa. Kami berharap mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki wawasan internasional, kemampuan berkolaborasi lintas budaya, serta kesiapan untuk berkontribusi sebagai geosaintis di tingkat global dalam menjawab tantangan kemanusiaan,” ujar Prof. Tito.
Rangkaian acara selanjutnya diisi dengan sesi penjelasan mata kuliah UIGS yang disampaikan oleh Agus Riyanto, S.Si., M.Si. Pada sesi ini, peserta mendapatkan penjelasan secara rinci mengenai sistem perkuliahan, mekanisme absensi, tugas-tugas mahasiswa, topik pembahasan setiap pekan, serta sistem penilaian yang akan diterapkan selama perkuliahan berlangsung.
Acara kemudian berlanjut ke sesi seminar utama yang dipandu oleh Anne Meylani Magdalena Sirait, Ph.D. selaku moderator. Dalam sesi tersebut, Robert K. Merrill memaparkan materi mengenai peran geosains dalam menjawab berbagai tantangan kemanusiaan melalui program Geoscientists without Borders (GWB).

Merrill menjelaskan misi dan ruang lingkup GWB dalam mendukung berbagai upaya kemanusiaan, antara lain di bidang mitigasi bencana, penyediaan air bersih dan sanitasi, ketahanan pangan, serta konservasi lingkungan dan budaya. Ia juga memaparkan sejumlah contoh proyek GWB di berbagai negara, termasuk di Indonesia, yang menunjukkan penerapan metode geofisika dan geologi dalam meningkatkan ketangguhan masyarakat terhadap bencana. Selain itu, pemateri menekankan pentingnya penguasaan keterampilan teknis dan nonteknis bagi geosaintis dalam menjalankan proyek kemanusiaan yang berkelanjutan.
Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Para peserta tampak aktif mengajukan pertanyaan terkait keterlibatan masyarakat dalam program GWB, implementasi kegiatan GWB dengan fokus polusi air, serta berbagai hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan rangkaian kegiatan GWB. Pada sesi ini, pembicara juga memberikan hadiah apresiasi kepada peserta yang menunjukkan keaktifan selama seminar berlangsung.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya FMIPA UI dalam memperluas peran geosains di tingkat global sekaligus membekali mahasiswa dengan wawasan internasional dan kepedulian terhadap isu-isu kemanusiaan.


