Depok, 14 Agustus 2025 — Hari kedua kegiatan Pengenalan Sistem Akademik Fakultas (PSAF) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) berlangsung penuh semangat dan inspirasi. Kamis (14/8) Bertempat di Aula Prof. Dr. Ir. Soemantri Brodjonegoro, Kampus UI, Depok, kegiatan ini menghadirkan sejumlah alumni lintas angkatan yang telah menorehkan prestasi gemilang di berbagai bidang.
Melalui talkshow bertema “Own Your Story: Rise as Ksatria MIPA”, para mahasiswa baru diajak untuk mengenal lebih dalam potensi diri melalui kisah para alumni inspiratif. Salah satu pembicara, Gregorius Tendi (Biologi 2022), peraih medali emas International Biology Olympiad 2022 di Armenia serta finalis Top 20 Clash of Champions Ruangguru 2024, membagikan kisahnya dalam mengembangkan bakat akademik sekaligus menjaga semangat berkompetisi.
“Jangan takut untuk mencoba dan gagal. Dari kegagalan itu saya belajar membangun strategi dan mengenali kekuatan diri saya sendiri,” ujar Tendi, yang dikenal sebagai mahasiswa dengan semangat belajar tinggi.

Sementara itu, Devan Yulio Setiawan, S.Si. (Geografi 2016), seorang kreator konten yang cukup populer di kalangan milenial dan Gen Z, mengangkat sisi lain dari kreativitas yakni keberanian untuk jujur terhadap diri sendiri. Dengan gaya khasnya, Devan menekankan bahwa setiap individu memiliki cara unik dalam mengekspresikan diri, dan keunikan itulah yang seharusnya menjadi kekuatan.
“Kadang, motivasi terbaik justru datang dari hal-hal yang membuat kita merasa tidak nyaman. Kuncinya adalah menjadikan itu sebagai bahan bakar untuk terus berkembang,” tutur Devan, yang dikenal dengan pendekatan konten “demotivasi” nya, sebuah gaya konten yang justru membalikkan rasa pesimis menjadi kekuatan untuk bergerak maju.
Baginya, kreativitas bukan soal kesempurnaan, tapi keberanian tampil apa adanya dan menjadikannya cerita yang penuh makna.

Sesi selanjutnya bertajuk “Mahasiswa FMIPA yang Mengenal Dirinya Mampu Melahirkan Karya yang Bermakna” menghadirkan alumni yang telah berkontribusi di bidang sosial dan pemberdayaan masyarakat. Salah satunya adalah Veronica Angelina Windy (Matematika 2015), finalis Puteri Indonesia 2023 yang meraih gelar Puteri Indonesia Berbakat. Ia membagikan kisahnya dalam menjembatani antara kecintaan pada matematika dan pengabdian masyarakat, terutama lewat kegiatan mengajar di Papua.
“Kita harus mencari keunikan dari diri kita masing-masing yang bisa mengasah soft skill dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Kegagalan justru bisa membawa kita ke arah yang lebih tepat,” ungkap Veronica, mengajak mahasiswa baru untuk mengembangkan empati dan tanggung jawab sosial.
Dari latar yang sama, Naysa Ekhaputri (Matematika 2020), pendiri gerakan sosial Rumah Peri Kecil, turut menginspirasi dengan cerita bagaimana passion terhadap dunia anak dan pendidikan membentuk perjalanannya hingga kini.
“Kita harus menjadi diri sendiri tanpa harus mengikuti ekspektasi orang lain. Bekerjalah sesuai passion, dengan komitmen dan konsistensi,” ucap Naysa, yang kini aktif mengedukasi anak-anak lewat program sosialnya.
Dari sektor industri dan organisasi profesional, hadir pula Fathul Nugroho, S.Si., MPP (Fisika 1999), yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Asosiasi Pemasok Batubara, Energi, dan Mineral Indonesia (ASPEBINDO). Dalam sesi yang disambut antusias, Fathul menggarisbawahi pentingnya membangun jejaring dan karakter sejak duduk di bangku kuliah.
“Ilmu membekali, jaringan membuka jalan. Keduanya menjadi modal berharga saat kita melangkah ke babak kehidupan yang baru,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya ketangguhan dan optimisme dalam menghadapi dunia pasca-kampus. “Be smart, be a hard worker, be creative and productive, dan yang terpenting, tetap percaya bahwa setiap proses punya waktunya sendiri,” tutupnya.

Melalui kehadiran para alumni inspiratif, PSAF FMIPA UI 2025 tidak hanya menjadi forum pengenalan sistem akademik, tetapi juga ruang refleksi dan penguatan karakter. Sejalan dengan pesan yang disampaikan para pembicara, kesuksesan tidak melulu tentang capaian akademik, melainkan keberanian mengenal diri, membangun jejaring, dan berkarya untuk masyarakat luas.


