Fakultas Sains Universitas Leiden mengunjungi Indonesia

Pada minggu pertama bulan April, delegasi dari Fakultas Sains Universitas Leiden mengunjungi empat universitas dan Kebun Raya Bogor di Indonesia. Kunjungan tersebut cukup sukses dan menghasilkan kesepakatan nyata dengan semua universitas mengenai pertukaran mahasiswa dan staf, serta kolaborasi penelitian.

Delegasi tersebut melakukan perjalanan melalui Jawa Barat untuk mengunjungi Bandung, Bogor, dan Jakarta. Delegasi tersebut terdiri dari Dekan Eksekutif Fakultas, Drs. G.J. van Helden LL.M.MPA, Prof. dr. L.J. Slikkerveer, Ketua Program Etnosistem dan Pembangunan Leiden; Prof. dr. H.P. Spaink, Ketua Institut Biologi Leiden; Dr. P.J.A. Kessler, Direktur Hortus Botanicus di Leiden; Prof. dr. ir. H.H. de Iongh, Kepala Departemen Biologi Konservasi, dan Dr. B.A. Reith dari Program Etnosistem dan Pembangunan.

Mereka mengunjungi Universitas Indonesia di Jakarta, Institut Teknologi Bandung dan Universitas Padjadjaran di Bandung, serta Institut Pertanian Bogor dan Kebun Raya Bogor Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, Prof. Dr. Abdul Haris dan Dekan Eksekutif Fakultas Sains Leiden, Dr. G.J. van Helden menandatangani Student and Scholar Exchange Agreement di Jakarta. Perjanjian ini meresmikan hubungan yang sudah ada, dan juga membuka peluang kerja sama baru. Delegasi bertemu dengan perwakilan dari departemen Matematika, Prof. dr. Alhadi Bustamam, serta departemen Kimia: Prof. dr. Endang Saepudin, Prof. dr. Usman Sumo Friend Tambunan, Dr. Ridla Bakri dan Dr. Budiawan. Pertemuan dengan departemen Biologi juga dilakukan, dengan Prof Dr. Ariyanti Oetari, Dr. Noverita Dian Takarina dan Prof. Dr. Noviar Andayani. Terakhir, delegasi bertemu Dr. Agus Salam dari departemen Fisika. Delegasi juga bertemu dengan anggota dewan UI, Wakil Dekan Sumber Daya Manusia, Ventura, dan Administrasi., Dr. Rokhmatuloh, Kepala Pelatihan dan Pendidikan Dr. Asep Saefumillah dan petugas Keanekaragaman Hayati Dr. Arief Hamidi. Dalam pertemuan-pertemuan ini, dengan cepat terlihat jelas adanya potensi kerja sama di bidang bioinformatika, keanekaragaman hayati, taksonomi, etnobotani, genetika konservasi, metabolomik, dan toksikologi. Diharapkan dalam beberapa bulan, pertukaran staf dan mahasiswa pertama dapat terlaksana.

Bagikan ini:

Facebook
LinkedIn
X
Pinterest
WhatsApp
Telegram