Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) menerima kunjungan dua dosen Fisika Medis dari Department of Nuclear Science, Faculty of Science, University of Colombo, Democratic Socialist Republic of Sri Lanka, yaitu Prof. Dr. Jeyasingam Jeyasugiththan dan Dr. Duminda Malith Satharasingh. Kegiatan ini berlangsung selama dua minggu, mulai 14 hingga 25 Juli 2025, sebagai bagian dari program benchmarking dalam proyek internasional yang difasilitasi oleh International Atomic Energy Agency (IAEA).
Kedatangan kedua akademisi tersebut disambut langsung oleh Dekan FMIPA UI, Prof. Dede Djuhana, Ph.D., beserta jajaran pimpinan fakultas. Kunjungan ini merupakan bagian dari proyek IAEA yang berfokus pada manajemen dosis radiasi dalam radiologi diagnostik di Sri Lanka. Atas rekomendasi IAEA, FMIPA UI dipilih sebagai institusi rujukan karena dinilai telah menjadi model dalam pengembangan ilmu Fisika Medis dan profesi Fisikawan Medik dari sesama perguruan tinggi.
“Sistem pendidikan Fisika Medis yang kami kembangkan merupakan hasil sinergi antara FMIPA UI, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), serta komunitas fisika medis Indonesia dengan mengacu model kurikulum internasional. Kunjungan ini menjadi bukti pentingnya kolaborasi antarnegara dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan global,” ujar Prof. Dede dalam sambutannya.

Selama kunjungan, para dosen dari Sri Lanka melakukan benchmarking terhadap berbagai aspek pengembangan Fisika Medis, mulai dari kurikulum pendidikan, program pelatihan, hingga peran profesional fisikawan medik. Hal ini menjadi sangat krusial mengingat jumlah fisikawan medik aktif di Sri Lanka saat ini baru sekitar 50 orang, jauh di bawah Indonesia yang telah memiliki lebih dari 900 fisikawan medik aktif.
“Lebih dari sekadar nilai akademis dan profesional, hal yang benar-benar menginspirasi saya adalah komitmen dan kerja keras FMIPA UI dalam memajukan profesi fisika medis di Indonesia,” ujar Dr. Duminda. Ia juga menambahkan bahwa pengalaman di FMIPA UI memberikan arahan konkret dalam memperkuat profesi serupa di negaranya.
Rangkaian agenda kunjungan mencakup diskusi kurikulum fisika medis, pelatihan teknis, serta paparan dari Ketua Aliansi Fisikawan Medik Indonesia (AFISMI), Dr. Lukmanda Evan Lubis, M.Si., F.Med. Para peserta juga mengunjungi laboratorium fisika medis di Departemen Fisika FMIPA UI dan Rumah Sakit Universitas Indonesia untuk berdiskusi mengenai manajemen dosis pasien, yang disambut oleh Direktur Pelayanan Medis dan Keperawatan, Prof. Dr. dr. Rakhmad Hidayat, Sp.N., Subsp. NIIOO(K)., MARS.
Turut hadir pula dua staf BAPETEN yang merupakan alumni Program Studi Magister Fisika FMIPA UI, yaitu Sawiyah, M.Si., dari Direktorat Peraturan Fasilitas Radiasi dan Zat Radio Aktif, serta Syaifulloh, M.Si., dari Direktorat Perizinan Fasilitas Radiasi dan Radioaktif. Keduanya memaparkan sistem pengawasan BAPETEN dalam penguatan regulasi ketenagaukliran di bidang kesehatan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjadi pertukaran pengetahuan yang memperkuat kerja sama internasional di bidang fisika medis serta mendukung peningkatan mutu pendidikan dan layanan radiologi diagnostic dan intervensional, radioterapi, dan kedokteran nuklir, khususnya di Sri Lanka.


