Di tengah meningkatnya krisis lingkungan di wilayah pesisir Indonesia, sekelompok pemuda hadir membawa harapan baru. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) melalui pusat studi Sustainablue, Unit Kerja Khusus – Lembaga Sains Terapan (UKK – LST), bekerja sama dengan The 14th UI Youth Environmental Action (UI YEA), menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Krisis Lingkungan Pesisir: Ancaman dan Harapan”, pada Senin, 28 Juli 2025, bertempat di Auditorium Pusgiwa UI, Depok.
Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta muda dari UI YEA, yang terdiri dari mahasiswa lintas fakultas di Universitas Indonesia, serta perwakilan dari Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial UI. Mereka merupakan individu dengan minat dan kepedulian tinggi terhadap isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Pelatihan ini menghadirkan Prof. Dr. rer. nat. Mufti Petala Patria, M.Sc., Guru Besar Ilmu Ekologi FMIPA UI sekaligus Koordinator Proyek Sustainablue UI, sebagai pembicara utama. Dalam paparannya, Prof. Mufti menyoroti kondisi kritis ekosistem pesisir Indonesia, khususnya di wilayah-wilayah yang termarginalkan dan paling rentan terhadap dampak lingkungan.

Berbagai isu utama disampaikan, seperti krisis iklim, pencemaran limbah, abrasi pantai, hingga tekanan ekonomi terhadap masyarakat pesisir. Prof. Mufti menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam mendorong perubahan.
“Krisis pesisir bukan hanya soal lingkungan, tapi juga soal keadilan sosial. Kita harus mulai melihat laut dan pantai sebagai ruang hidup yang layak bagi semua, bukan hanya sumber daya yang dieksploitasi,” ujar Prof. Mufti dalam sesi presentasinya.
Lebih lanjut, ia memperkenalkan pendekatan Keadilan Lingkungan (Environmental Justice) dan Ekonomi Biru (Blue Economy) sebagai solusi strategis untuk pengelolaan wilayah pesisir yang inklusif. Melalui studi kasus Desa Banyuasih di Pandeglang, Banten, Prof. Mufti menunjukkan bagaimana pendekatan berbasis komunitas mampu memperkuat ketahanan sosial-ekologis di daerah pesisir.
Kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan para peserta mengenai tantangan pesisir Indonesia, tetapi juga membekali mereka dengan perspektif baru untuk menjadi agen perubahan dalam membangun masa depan wilayah pesisir yang lebih adil, tangguh, dan berkelanjutan.

SustainaBlue Universitas Indonesia, dengan Koordinator Prof. Dr. rer. nat. Mufti Petala Patria, M.Sc dan Wakil Koordinator Dr. Retno Lestari, M.Si., adalah program kolaboratif Indonesia–Malaysia yang didanai oleh Uni Eropa (European Union), melibatkan berbagai universitas di Asia dan Eropa, termasuk Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universiti Malaysia Terengganu, Universiti Sains Malaysia, University of the Aegean, dan University of Cyprus. Diluncurkan secara resmi pada 11 Juni 2024, Sustainablue bertujuan mempercepat pengembangan blue economy dan green transition, sebagai bagian dari agenda strategis pemerintah menuju pembangunan berkelanjutan.


