Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia (UI) mengawali penjajakan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Mappi, Provinsi Papua Selatan, dalam upaya memperkuat pembangunan wilayah yang adaptif dan berkelanjutan. Pertemuan digelar di kampus FMIPA UI pada Selasa (10/2/2026) dengan kehadiran Prof. Dr. Tito Latif Indra, S.Si., M.Si., Dekan FMIPA UI, bersama Kristosimus Yohanes Agawemu, Bupati Mappi, serta Octria Adi Prasojo, B.Sc., M.Sc., Ph.D., Asisten Manajer Bidang Pengembangan Kerjasama, Komersialisasi Aset, dan Kawasan Terpadu.
Kabupaten Mappi, yang beribu kota di Kepi, memiliki karakteristik geografis unik berupa dataran rendah, rawa-rawa luas, dan jaringan sungai besar yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat. Kondisi ini menjadikan transportasi sungai sebagai moda utama mobilitas penduduk dan distribusi barang. Wilayah ini juga kaya akan sumber daya alam, termasuk hutan sagu, perikanan sungai, serta kawasan lahan basah yang berperan penting bagi keseimbangan lingkungan dan penyimpanan karbon. Struktur sosial masyarakat Mappi tetap kuat dengan budaya lokal yang erat dengan alam dan pola hidup subsisten.
Dalam rapat tersebut, kedua pihak membahas sejumlah tantangan strategis yang dihadapi Kabupaten Mappi, antara lain keterbatasan infrastruktur darat akibat dominasi wilayah rawa, akses pendidikan dan layanan kesehatan yang belum merata di kampung terpencil, tingginya biaya logistik akibat ketergantungan pada transportasi sungai dan udara, kerentanan terhadap perubahan iklim terutama risiko banjir dan degradasi ekosistem lahan basah, serta kapasitas ekonomi lokal yang masih didominasi sektor primer dan minimnya hilirisasi komoditas unggulan seperti sagu dan perikanan.

FMIPA UI menawarkan kerja sama dalam dua bidang utama. Pertama, perencanaan dan riset pembangunan, termasuk penyusunan Masterplan Pembangunan Wilayah dan Pembangunan Manusia Kabupaten Mappi. Masterplan ini akan melibatkan berbagai departemen di FMIPA UI, seperti Geografi, Statistika, Matematika, Biologi, Fisika, dan Kimia, untuk memetakan potensi sumber daya alam, melakukan analisis spasial, proyeksi demografi, kajian lingkungan, serta merumuskan skenario pembangunan berkelanjutan. Dokumen strategis ini diharapkan menjadi landasan kebijakan jangka menengah hingga panjang sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas fakultas di UI.
Kedua, penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan. FMIPA UI menawarkan program Kampus Mengajar, pendidikan jarak jauh (distance learning), dan skema beasiswa untuk jenjang sarjana, magister, dan doktoral. Program ini bertujuan meningkatkan partisipasi pendidikan tinggi sekaligus menyiapkan putra-putri daerah yang kompeten secara akademik dan profesional untuk kembali membangun wilayahnya.
Prof. Tito Latif Indra menegaskan, “Kami melihat potensi luar biasa di Kabupaten Mappi, bukan hanya dari segi sumber daya alam tetapi juga manusia. Melalui kolaborasi ini, FMIPA UI ingin memastikan setiap program riset dan pendidikan mampu memperkuat kapasitas lokal, sehingga pembangunan di sini tidak hanya fisik, tetapi berkelanjutan dan inklusif.”
Bupati Mappi, Kristosimus Yohanes Agawemu, menambahkan, “Kerja sama ini menjadi tonggak penting bagi kami. Dengan dukungan FMIPA UI, kami dapat membangun wilayah berbasis data dan penelitian, membuka peluang pendidikan tinggi bagi putra-putri Mappi, serta menyiapkan strategi pembangunan yang adaptif terhadap kondisi geografis dan lingkungan kami.”
Kerja sama ini diharapkan menjadi fondasi transformasi pembangunan Kabupaten Mappi yang lebih terintegrasi dan adaptif, sekaligus membuka peluang bagi penelitian, inovasi, dan pengembangan pendidikan tinggi di Papua Selatan.


