Universitas Indonesia (UI) melalui Kantor Penerimaan Mahasiswa Baru menggelar kegiatan Open House Program Pascasarjana secara virtual pada Sabtu, 28 Februari 2026. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah fakultas di lingkungan UI untuk memberikan informasi mengenai program studi, sistem perkuliahan, serta peluang studi lanjut bagi calon mahasiswa pascasarjana.
Dalam kegiatan tersebut, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UI turut berpartisipasi dengan menghadirkan Manajer Pendidikan FMIPA UI, Dr. Fevi Novkaniza, S.Si., M.Si., sebagai narasumber. Ia memaparkan berbagai program studi, struktur kurikulum, serta peluang percepatan studi yang tersedia di FMIPA UI.
Dr. Fevi menjelaskan bahwa Program Pascasarjana FMIPA UI saat ini memiliki delapan program Magister, yaitu Matematika, Ilmu Fisika, Ilmu Bahan-bahan, Fisika Medis, Ilmu Kimia, Biologi, Ilmu Kelautan, dan Geografi. Selain itu, terdapat enam program Doktor, yakni Matematika, Ilmu Fisika, Ilmu Bahan-bahan, Ilmu Kimia, Biologi, serta Ilmu Geografi.
FMIPA UI juga menyelenggarakan satu program profesi, yaitu Fisikawan Medik, yang bertujuan menyiapkan tenaga profesional di bidang fisika medis.
“FMIPA UI memiliki delapan program Magister, enam program Doktor, serta satu program profesi Fisikawan Medik yang dirancang untuk mendukung pengembangan keilmuan dan memenuhi kebutuhan tenaga ahli di berbagai bidang sains,” kata Dr. Fevi dalam pemaparannya.
Program Pascasarjana FMIPA UI menyediakan dua jalur pendidikan, yaitu jalur kuliah-riset dan jalur riset. Berdasarkan Struktur Kurikulum 2024, pada jenjang Magister mahasiswa diwajibkan menempuh beban belajar minimal 54 SKS, termasuk 16 SKS tugas akhir berupa tesis. Program ini dirancang untuk dapat diselesaikan dalam empat semester dengan masa studi maksimal delapan semester.
Pada jenjang Doktor mahasiswa harus menempuh beban belajar minimal 88 SKS, termasuk 24 SKS tugas akhir yang mencakup ujian disertasi dan sidang promosi doktor. Kurikulum program doktor dirancang untuk diselesaikan dalam enam semester, yang terdiri atas dua semester pembelajaran pendukung riset dan empat semester kegiatan penelitian, dengan masa studi maksimal 12 semester.
Pada jalur kuliah-riset program magister, mahasiswa pada semester pertama menempuh mata kuliah wajib dan/atau pilihan minimal 15 SKS serta mata kuliah Integrasi Sains dan Matematika sebanyak 3 SKS. Semester kedua diisi dengan mata kuliah wajib dan/atau pilihan minimal 14 SKS. Pada semester ketiga mahasiswa mengikuti kegiatan diseminasi ilmiah sekaligus menyusun proposal riset, sedangkan semester keempat difokuskan pada penyusunan dan penyelesaian tesis.
Adapun, jalur riset program magister menekankan kegiatan penelitian sejak awal masa studi. Semester pertama diisi dengan kajian literatur dan penyusunan proposal riset. Pada semester berikutnya mahasiswa menjalani penelitian, ujian hasil riset, serta publikasi ilmiah, sebelum menyelesaikan tesis pada semester keempat.
Pada jalur kuliah-riset program doktor, mahasiswa menjalani kombinasi perkuliahan dan penelitian sejak awal studi. Pada semester pertama, mahasiswa menempuh mata kuliah terstruktur 8 SKS, Filsafat Ilmu Pengetahuan 2 SKS, dan Integrasi Sains dan Matematika 4 SKS. Semester kedua diisi dengan mata kuliah terstruktur 6 SKS serta penyusunan proposal riset (8 SKS). Pada semester ketiga, mahasiswa mengikuti Ujian Hasil Riset I (8 SKS) dan menghasilkan publikasi ilmiah (6 SKS) dalam bentuk prosiding internasional atau jurnal nasional terindeks SINTA. Semester keempat meliputi Ujian Hasil Riset II dan publikasi internasional pertama, sedangkan semester kelima menargetkan publikasi internasional kedua (8 SKS) dan Ujian Disertasi I (8 SKS). Tahap akhir pada semester keenam mencakup Ujian Disertasi II (12 SKS) dan sidang Promosi Doktor (4 SKS).
Jalur riset program doktor menekankan kegiatan penelitian secara intensif sejak awal masa studi. Pada semester pertama, mahasiswa melakukan Kajian Literatur I dan II (masing-masing 5 SKS) yang menghasilkan makalah literature review. Semester kedua difokuskan pada penyusunan Proposal Riset (8 SKS). Pada semester ketiga, mahasiswa mengikuti Ujian Hasil Riset I (8 SKS) dan menghasilkan publikasi ilmiah (10 SKS) pada jurnal nasional atau prosiding internasional. Semester keempat meliputi Ujian Hasil Riset II serta publikasi internasional pertama. Selanjutnya pada semester kelima, mahasiswa mengikuti Ujian Disertasi I (8 SKS) dan menghasilkan publikasi internasional kedua (10 SKS) pada jurnal bereputasi. Program diakhiri pada semester keenam melalui Ujian Disertasi II (12 SKS) dan sidang Promosi Doktor (4 SKS).
Selain program Magister dan Doktor, FMIPA UI juga menyelenggarakan Program Profesi Fisikawan Medik dengan beban studi 36 SKS. Program ini dirancang untuk diselesaikan dalam dua semester dengan masa studi maksimal empat semester.
Kurikulum program profesi tersebut mencakup pembelajaran teori dan praktik profesional di bidang fisika medis, antara lain etika profesi, proteksi radiasi dan keselamatan kerja, jaminan kualitas serta komisioning peralatan radiologi, kedokteran nuklir, dan radioterapi, audit dosimetri radiasi, perencanaan terapi, hingga penyelesaian tugas akhir.
FMIPA UI juga menawarkan program fast track bagi mahasiswa yang ingin mempercepat masa studi. Program ini terdiri atas dua skema, yakni Fast Track S1–S2 dan Fast Track S2–S3.
“Melalui program fast track, mahasiswa dapat menempuh jenjang pendidikan secara lebih efisien sekaligus memperkuat pengalaman riset dan publikasi ilmiah sejak lebih dini,” ujar Dr. Fevi.
Menurutnya, program percepatan tersebut menjadi bagian dari upaya FMIPA UI dalam mendukung peningkatan jumlah peneliti berkualifikasi magister dan doktor di Indonesia. Melalui kegiatan open house ini, FMIPA UI berharap calon mahasiswa dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai peluang studi lanjut serta berbagai skema pendidikan yang tersedia di lingkungan fakultas.

