FMIPA UI Luncurkan Program Studi Profesi Fisikawan Medik untuk Dukung Sistem Kesehatan Nasional

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) resmi meluncurkan Program Studi Profesi Fisikawan Medik pada Sabtu (24/5), dalam sebuah acara yang diselenggarakan di Aula Prof. Dr. Ir. Soemantri Brodjonegoro. Peluncuran ini menandai langkah strategis FMIPA UI dalam memperkuat peran akademik dan profesional di bidang kesehatan, khususnya dalam pemanfaatan teknologi radiasi secara aman dan efektif.

Acara dibuka dengan sambutan dari Prof. Dr. Supriyanto Ardjo Pawiro, yang memaparkan sejarah panjang pengembangan Fisika Medis di FMIPA UI sejak tahun 2000. Dalam paparannya, Prof. Supriyanto menekankan bahwa pendirian program profesi ini merupakan respons terhadap kebutuhan nasional akan Fisikawan Medik yang tersertifikasi dan kompeten.

“Pendirian Program Studi Profesi Fisikawan Medik ini adalah buah dari kerja panjang dan konsisten selama lebih dari dua dekade. Kami meyakini bahwa kehadiran program ini akan memperkuat ekosistem layanan kesehatan nasional melalui penyediaan tenaga ahli yang terlatih, tersertifikasi, dan mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi kedokteran modern.”

Dekan FMIPA UI, Prof. Dede Djuhana, Ph. D. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap progres kelompok Fisika Medis FMIPA UI. Ia berharap peluncuran program ini menjadi tonggak kontribusi FMIPA UI dalam mendukung sistem kesehatan nasional, khususnya di bidang teknologi kesehatan berbasis radiasi.

“Kami percaya bahwa pendidikan tinggi harus mampu menjawab kebutuhan zaman, dan hari ini kami membuktikan bahwa FMIPA UI siap menjadi pelopor. Tentunya ami berharap ke depan, Program Studi Profesi Fisikawan Medik dapat menjadi model pengembangan profesi kesehatan berbasis ilmu dasar yang kokoh dan berkelanjutan.” ujar Prof. Dede.

Peluncuran program ditandai secara simbolis dengan ketukan palu oleh Dekan FMIPA UI, menandai dimulainya perjalanan resmi Program Studi Profesi Fisikawan Medik FMIPA UI.

Sesi pengantar diisi oleh Dr. Lukmanda Evan Lubis, S.Si., M.Si., F.Med., Dosen Departemen Fisika FMIPA UI sekaligus Ketua Umum Aliansi Fisikawan Medik Indonesia (AFISMI), yang memperkenalkan pentingnya profesi Fisikawan Medik dalam sistem pelayanan kesehatan modern serta perlunya jalur pendidikan dan pelatihan yang terstruktur.

Sesi pengantar dibuka oleh Dr. Lukmanda Evan Lubis, S.Si., M.Si., F.Med., selaku Ketua Umum Aliansi Fisikawan Medik Indonesia (AFISMI). Dalam pemaparannya, beliau menekankan urgensi dan peran strategis profesi Fisikawan Medik dalam sistem pelayanan kesehatan modern, khususnya dalam mendukung keselamatan pasien dan efektivitas terapi berbasis teknologi tinggi seperti radioterapi, pencitraan medis, dan pengelolaan peralatan medis canggih. Ia juga menyoroti pentingnya jalur pendidikan dan pelatihan yang terstruktur serta berstandar nasional dan internasional, guna menghasilkan Fisikawan Medik yang kompeten, profesional, dan mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi medis yang kian pesat.

“Kehadiran Fisikawan Medik di dunia kesehatan, apalagi di era modern seperti saat ini, bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian penting dalam memastikan mutu, keamanan, dan efektivitas penggunaan teknologi medis. Untuk itu, kita perlu menyiapkan sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan yang terarah dan berkelanjutan.” ujarnya.

Acara inti menghadirkan narasumber-narasumber nasional dari berbagai institusi strategis. Mukhlisin, S.T., M.Si., Direktur Pengaturan Pengawasan Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif dari BAPETEN, menyoroti pentingnya peran Fisikawan Medik dalam menjaga keselamatan radiasi. Dr. Akbar Azzi, S.Si., M.Si., F.Med., selaku Ketua Program Studi, menjelaskan struktur pendidikan dan kurikulum yang dirancang untuk mencetak lulusan profesional dan kompeten. Sementara itu, Wahyu Edy Wibowo, S.Si., M.Si., F.Med., Sp.RT, Ketua Kolegium Fisikawan Medik Indonesia, membahas sistem pengaturan kompetensi dan mekanisme uji kompetensi profesi. Dari sisi regulasi, Indah Lestariningsih, S.Si., M.Si., Ketua Konsil Teknik Biomedika Kementerian Kesehatan RI, menjelaskan peran Konsil dalam proses registrasi dan pemberian izin praktik Fisikawan Medik di Indonesia.

Diskusi panel interaktif yang berlangsung setelah pemaparan narasumber menunjukkan tingginya antusiasme peserta dari berbagai institusi dan kalangan profesional.

Sebagai penutup, Prof. Supriyanto Ardjo Pawiro menyerahkan sertifikat penghargaan kepada seluruh narasumber dan moderator sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam penguatan profesi Fisikawan Medik di Indonesia.

Peluncuran ini menjadi momentum penting bagi FMIPA UI dalam mendukung transformasi sistem kesehatan nasional melalui penyediaan sumber daya manusia yang unggul di bidang radiologi diagnostik, radioterapi, dan kedokteran nuklir.

Bagikan ini:

Facebook
LinkedIn
X
Pinterest
WhatsApp
Telegram