Di tengah rimbunnya Hutan Kota Universitas Indonesia seluas 90 hektare, langkah strategis untuk masa depan keberlanjutan industri energi nasional digagas oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) bersama PT Pertamina Gas (Pertagas). Sebanyak tiga belas peserta dari berbagai wilayah operasi Pertagas berkumpul dalam misi besar: menanam masa depan melalui pelestarian keanekaragaman hayati (kehati).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Pelatihan Konservasi dan Perlindungan Keanekaragaman Hayati (Kehati) 2025, yang memasuki sesi puncaknya pada Kamis (17/7). Program pelatihan ini diselenggarakan oleh FMIPA UI melalui Pusat Riset BIOPROSPECT UKK–LST, bekerja sama dengan PT PGAS Solution, sebagai bentuk kolaborasi strategis antara dunia akademik dan industri, dalam membangun kapasitas serta kesadaran akan pentingnya konservasi, dalam praktik operasional sektor energi.

Mengusung semangat pelestarian dan inovasi, para peserta yang merupakan analis lingkungan dari berbagai wilayah termasuk Jawa Barat, Kalimantan, Sumatera, dan Jawa Timur, menjalani pelatihan intensif di Hutan Kota UI. Kawasan hijau ini telah dikembangkan sejak tahun 1983 dan kini menjadi laboratorium hidup yang menaungi lebih dari 817 spesies tumbuhan serta beragam jenis burung, terbagi dalam tiga zona utama: Zona Wales Barat, Zona Wales Timur, dan Zona Vegetasi Asli.
“Pelatihan ini adalah wujud nyata dari kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri dalam menjaga kelestarian alam. Kami ingin mendorong inovasi dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan,” ujar Dr. Mega Atria, M.Si., Ketua Pelaksana kegiatan.
Ia juga menekankan bahwa Hutan Kota UI adalah lokasi ideal untuk praktik konservasi karena ekosistemnya yang utuh dan kaya akan keanekaragaman hayati.

Di bawah bimbingan para dosen dan asisten dari Departemen Biologi FMIPA UI, peserta dibagi ke dalam kelompok kerja berdasarkan topik praktikum, meliputi Inventarisasi burung, Analisis vegetasi, koleksi dan preservasi tumbuhan, Pengukuran emisi karbon dari pohon dan tanah, serta Monitoring keanekaragaman hayati perairan.
“Kegiatan lapangan ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk terlibat langsung dalam pengamatan, pengumpulan data, hingga analisis ilmiah,” imbuh Dr. Mega.
Di antara rimbun vegetasi kampus, beberapa spesies tumbuhan yang teridentifikasi antara lain: Kapuk (Ceiba pentandra), Kopi hutan (Rubiaceae), Flamboyan Di antara rimbun vegetasi kampus, beberapa spesies tumbuhan yang teridentifikasi antara lain: Kapuk (Ceiba pentandra), Kopi hutan (Rubiaceae), Flamboyan (Delonix regia), Ki kopong (Cecropia), Mara (Macaranga sp), dan Deluak (Microcos tomentosa)., Ki kopong (Cecropia), Mara (Macaranga sp), dan Deluak (Microcos tomentosa).

Di sisi fauna, sejumlah spesies burung berhasil diidentifikasi, antara lain Tekukur (Streptopelia chinensis), Kutilang (Pycnonotus aurigaster), Merbah cerukcuk (Pycnonotus goiavier), Cabai Jawa (Dichaeum trochilleum), Sepah kecil (Perictocotus cinnamomeus), Walet , Takur ungkut-ungkut ( (Psilopogon haemachepalus), Cekakak sungai (Todiramphus chloris), dan Cipoh kacat (Aegithina tiphia).

Tak hanya itu, peserta juga melakukan pengukuran emisi karbon dari vegetasi dan tanah, serta pengambilan sampel air dari situ kampus. Analisis mikroalga dari sampel ini menjadi indikator penting dalam menilai kualitas dan keseimbangan ekosistem perairan setempat.
Baca juga: FMIPA UI dan PT PGAS Solution Selenggarakan Pelatihan Konservasi Keanekaragaman Hayati untuk Dukung Keberlanjutan Sektor Energi

Setiap sesi pelatihan ditutup dengan presentasi dan diskusi terbuka. Forum ini menjadi ajang pertukaran gagasan dan memperkuat kompetensi konservasi di lapangan.
Salah satu peserta, Hasna Lucidadari dari wilayah Indramayu, menyampaikan “Saya jadi tahu bagaimana pengambilan data keanekaragaman hayati itu dilakukan secara langsung di lapangan. Biasanya, kami hanya menerima hasilnya lewat laporan. Saya berharap pelatihan seperti ini bisa terus diadakan dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah.”

Pelatihan ini telah dibuka pada Selasa (15/7) oleh Kepala UKK–LST, Bapak Eko Waludi, dan turut dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Ventura, dan Administrasi Umum FMIPA UI, Prof. Dr. Tito Latif Indra, S.Si., M.Si., serta Samuel Endrico, S.H., M.H., Department Head Learning and Development PT PGAS Solution.
Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya membawa pulang ilmu, tetapi juga membawa pulang semangat dan komitmen baru untuk menjaga lingkungan hidup.
Dengan kolaborasi yang erat antara akademisi dan industri, kegiatan ini menjadi langkah kecil dari titik hijau di jantung kampus menuju perubahan besar, dalam praktik keberlanjutan di seluruh lini industri energi nasional.



